METODE PRAKTIKUM DALAM
PEMBELAJARAN PENGANTAR FISIKA
SMA : STUDI PADA KONSEP BESARAN
DAN SATUAN
TAHUN AJARAN 2012-2013
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Dalam upaya peningkatan kualitas
sumber daya manusia, pendidikan memegang peranan penting. Peningkatan kualitas
pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan
sumber daya manusia itu. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang
Standar nasional Pendidikan pasal 19 ayat 1 menyatakan bahwa proses
pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik.
Dengan adanya upaya peningkatan
mutu pembelajaran tersebut secara langsung memberikan kontribusi pada
peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu harus ditingkatkan pengetahuan tentang
cara merancang metode atau strategi pembelajaran agar pembelajaran menjadi
lebih efektif dan memiliki daya tarik.
Fisika adalah bidang ilmu yang
banyak membahas tentang alam dan gejalanya, dari yang bersifat riil (terlihat
secara nyata) hingga yang bersifat abstrak atau bahkan hanya berbentuk teori
yang pembahasannya melibatkan kemampuan imajinasi atau keterlibatan gambaran
mental yang kuat (Sutarto, 2008).
Dalam
pembelajaran fisika, kemampuan pemahaman konsep merupakan syarat mutlak dalam
mencapai keberhasilan belajar fisika. Hanya dengan penguasaan konsep fisika
seluruh permasalahan fisika dapat dipecahkan, baik permasalahan fisika yang ada
dalam kehidupan sehari-hari maupun permasalahan fisika dalam bentuk soal-soal
fisika di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pelajaran fisika bukanlah
pelajaran hafalan tetapi lebih menuntut pemahaman konsep bahkan aplikasi konsep
tersebut.
Sangat
disayangkan mata pelajaran fisika pada umumnya justru dikenal sebagai mata
pelajaran yang “ditakuti” dan tidak disukai murid-murid. Kecenderungan ini
biasanya berawal dari pengalaman belajar mereka dimana mereka menemukan
kenyataan bahwa pelajaran fisika adalah pelajaran berat dan serius yang tidak
jauh dari persoalan konsep, pemahaman konsep, penyelesaian soal-soal yang rumit
melalui pendekatan matematis yang menuntut mereka melakukan segala sesuatunya
dengan sangat teliti dan cenderung “membosankan”. Akibatnya tujuan pembelajaran
yang diharapkan, menjadi sulit dicapai. Hal ini terlihat dari rendahnya nilai
rata-rata mata pelajaran fisika dari tahun ke tahun.
Rendahnya
prestasi siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal
siswa itu sendiri. Faktor internal antara lain minat siswa, bakat, motifasi,
intelegensi dan pemikiran siswa yang selalu menganggap fisika itu sulit,
membosankan dan menakutkan. Faktor eksternal itu sendiri antara lain metode
belajar, fasilitas, media, proses belajar baik di sekolah maupun di luar
sekolah. Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau dirinya sendiri mempunyai
keinginan untuk belajar. Motivasi sebagai suatu pendorong yang mengubah energi
dalam diri seseorang ke dalam suatu kegiatan nyata untuk mencapai tujuan
tertentu.
Salah
satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui
penggunaan strategi belajar yang mampu mengembangkan cara belajar siswa aktif.
Dengan demikian guru harus menguasai berbagai bentuk metode mengajar dan
menggunakan metode yang sesuai untuk setiap materi yang akan diajarkan.
Laboratorium
adalah suatu tempat untuk melakukan eksperimen dan menguji kebenaran suatu
teori maupun konsep. Dengan demikian kegiatan laboratorium dapat memantapkan
pemahaman subjek didik agar materi ajar yang telah diperoleh dengan melakukan
berbagai jenis percobaan atau praktikum (Subyanto, 1998).
Praktikum
merupakan salah satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa
yang sangat berperan penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar
mengajar fisika. Teori dan praktikum dalam fisika adalah ibarat sisi mata uang
yang sama dimana sisi yang satu merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan
dari sisi yang lain. Di satu sisi praktikum memberi peluang kepada subjek didik
untuk memperdalam pemahaman terhadap materi ajar yang akan diperoleh melalui
kegiatan belajar mengajar di kelas dan akan memberikan landasan baru bagi
subjek didik untuk lebih kreatif dalam
melakukan praktikum.
Beberapa
ahli media pembelajaran mengemukakan slogan dalam proses belajar mengajar yaitu
: “ If I hear I forget, If I see I remember, If I do I understand and I know”
yang artinya bila saya dengar saya lupa, bila saya lihat saya ingat, bila saya
melakukan saya mengerti dan mengetahui (Latuhera, 1998).
Pembelajaran
di laboratorium sangat efektif untuk mencapai tiga ranah secara bersama-sama,
yaitu; (1) Keterampilan kognitif yang tinggi dengan berlatih agar dapat
memahami teori, mengintregasikan segi-segi teori yang berlainan, dan menerapkan
teori pada permasalahan nyata; (2) Ketrampilan afektif dengan belajar
merencanakan kegiatan secara mandiri, bekerja sama, mengkomunikasikan informasi
mengenai bidangnya, dan menghargai bidangnya; (3) Ketrampilan psikomotor dengan
belajar memasang peralatan sehingga betul-betul berjalan, memakai peralatan dan
instrumen tertentu.
Berkaitan
dengan uraian latar belakang di atas, maka beberapa permasalahan yang dapat
dirumuskan dalam penelitian ini sebagai berikut, a) Adakah pengaruh yang
signifikan metode praktikum dalam pembelajaran pengantar fisika terhadap hasil
belajar fisika siswa di SMA?, b) Bagaimanakah retensi belajar fisika siswa
metode praktikum pada pembelajaran pengantar fisika di SMA?.
1.2 Masalah Penilitian
1.
Adakah pengaruh yang
signifikan metode praktikum dalam pembelajaran pengantar fisika terhadap hasil
belajar fisika siswa di SMA?
2.
Bagaimanakah retensi
belajar fisika siswa metode praktikum pada pembelajaran pengantar fisika di
SMA?
1.3
Tujuan
Penelitian
1. Mengkaji pengaruh metode
praktikum pada pembelajaran pengantar fisika terhadap hasil belajar siswa di
SMA.
2. Untuk mendeskripsikan
retensi hasil belajar siswa dalam metode praktikum pada pembelajaran pengantar
fisika di SMA.
·
Untuk membandingkan
dampak pembelajaran dengan metode
praktikum pada hasil belajar fisika dan
retensi hasil belajar fisika siswa.
1.4
Manfaat
Penelitian
1. Bagi
Siswa
Bagi siswa penelitian
ini dapat bermanfaat sebagai berikut :
-
Dapat meningkatkan
keterampilan kogniktif, afektif, psikomotor siswa
-
Siswa dapat dengan mudah
memahami pembelajaran pengantar fisika di SMA
-
Dapat meningkatkan
hasil belajar siswa pembelajaran pengantar fisika di SMA.
2. Bagi
Guru
Bagi guru penelitian
ini mempunyai manfaat sebagai berikut :
-
Penelitian ini dapat
dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran fisika yang dikelolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar