Kamis, 10 April 2014

METODE PRAKTIKUM DALAM PEMBELAJARAN PENGANTAR FISIKA SMA : STUDI PADA KONSEP BESARAN DAN SATUAN TAHUN AJARAN 2012-2013

METODE PRAKTIKUM DALAM PEMBELAJARAN PENGANTAR FISIKA
SMA : STUDI PADA KONSEP BESARAN DAN SATUAN
TAHUN AJARAN 2012-2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peranan penting. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan sumber daya manusia itu. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar nasional Pendidikan pasal 19 ayat 1 menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Dengan adanya upaya peningkatan mutu pembelajaran tersebut secara langsung memberikan kontribusi pada peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu harus ditingkatkan pengetahuan tentang cara merancang metode atau strategi pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan memiliki daya tarik.
Fisika adalah bidang ilmu yang banyak membahas tentang alam dan gejalanya, dari yang bersifat riil (terlihat secara nyata) hingga yang bersifat abstrak atau bahkan hanya berbentuk teori yang pembahasannya melibatkan kemampuan imajinasi atau keterlibatan gambaran mental yang kuat (Sutarto, 2008).
Dalam pembelajaran fisika, kemampuan pemahaman konsep merupakan syarat mutlak dalam mencapai keberhasilan belajar fisika. Hanya dengan penguasaan konsep fisika seluruh permasalahan fisika dapat dipecahkan, baik permasalahan fisika yang ada dalam kehidupan sehari-hari maupun permasalahan fisika dalam bentuk soal-soal fisika di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pelajaran fisika bukanlah pelajaran hafalan tetapi lebih menuntut pemahaman konsep bahkan aplikasi konsep tersebut.
Sangat disayangkan mata pelajaran fisika pada umumnya justru dikenal sebagai mata pelajaran yang “ditakuti” dan tidak disukai murid-murid. Kecenderungan ini biasanya berawal dari pengalaman belajar mereka dimana mereka menemukan kenyataan bahwa pelajaran fisika adalah pelajaran berat dan serius yang tidak jauh dari persoalan konsep, pemahaman konsep, penyelesaian soal-soal yang rumit melalui pendekatan matematis yang menuntut mereka melakukan segala sesuatunya dengan sangat teliti dan cenderung “membosankan”. Akibatnya tujuan pembelajaran yang diharapkan, menjadi sulit dicapai. Hal ini terlihat dari rendahnya nilai rata-rata mata pelajaran fisika dari tahun ke tahun.
Rendahnya prestasi siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal siswa itu sendiri. Faktor internal antara lain minat siswa, bakat, motifasi, intelegensi dan pemikiran siswa yang selalu menganggap fisika itu sulit, membosankan dan menakutkan. Faktor eksternal itu sendiri antara lain metode belajar, fasilitas, media, proses belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah. Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau dirinya sendiri mempunyai keinginan untuk belajar. Motivasi sebagai suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam suatu kegiatan nyata untuk mencapai tujuan tertentu.
Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui penggunaan strategi belajar yang mampu mengembangkan cara belajar siswa aktif. Dengan demikian guru harus menguasai berbagai bentuk metode mengajar dan menggunakan metode yang sesuai untuk setiap materi yang akan diajarkan.
Laboratorium adalah suatu tempat untuk melakukan eksperimen dan menguji kebenaran suatu teori maupun konsep. Dengan demikian kegiatan laboratorium dapat memantapkan pemahaman subjek didik agar materi ajar yang telah diperoleh dengan melakukan berbagai jenis percobaan atau praktikum (Subyanto, 1998).
Praktikum merupakan salah satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yang sangat berperan penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar fisika. Teori dan praktikum dalam fisika adalah ibarat sisi mata uang yang sama dimana sisi yang satu merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari sisi yang lain. Di satu sisi praktikum memberi peluang kepada subjek didik untuk memperdalam pemahaman terhadap materi ajar yang akan diperoleh melalui kegiatan belajar mengajar di kelas dan akan memberikan landasan baru bagi subjek didik untuk lebih kreatif  dalam melakukan praktikum.
Beberapa ahli media pembelajaran mengemukakan slogan dalam proses belajar mengajar yaitu : “ If I hear I forget, If I see I remember, If I do I understand and I know” yang artinya bila saya dengar saya lupa, bila saya lihat saya ingat, bila saya melakukan saya mengerti dan mengetahui (Latuhera, 1998).
Pembelajaran di laboratorium sangat efektif untuk mencapai tiga ranah secara bersama-sama, yaitu; (1) Keterampilan kognitif yang tinggi dengan berlatih agar dapat memahami teori, mengintregasikan segi-segi teori yang berlainan, dan menerapkan teori pada permasalahan nyata; (2) Ketrampilan afektif dengan belajar merencanakan kegiatan secara mandiri, bekerja sama, mengkomunikasikan informasi mengenai bidangnya, dan menghargai bidangnya; (3) Ketrampilan psikomotor dengan belajar memasang peralatan sehingga betul-betul berjalan, memakai peralatan dan instrumen tertentu.
Berkaitan dengan uraian latar belakang di atas, maka beberapa permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini sebagai berikut, a) Adakah pengaruh yang signifikan metode praktikum dalam pembelajaran pengantar fisika terhadap hasil belajar fisika siswa di SMA?, b) Bagaimanakah retensi belajar fisika siswa metode praktikum pada pembelajaran pengantar fisika di SMA?.

1.2     Masalah Penilitian
1.      Adakah pengaruh yang signifikan metode praktikum dalam pembelajaran pengantar fisika terhadap hasil belajar fisika siswa di SMA?
2.      Bagaimanakah retensi belajar fisika siswa metode praktikum pada pembelajaran pengantar fisika di SMA?

1.3     Tujuan Penelitian
1.      Mengkaji pengaruh metode praktikum pada pembelajaran pengantar fisika terhadap hasil belajar siswa di SMA.
2.      Untuk mendeskripsikan retensi hasil belajar siswa dalam metode praktikum pada pembelajaran pengantar fisika di SMA.
·         Untuk membandingkan dampak pembelajaran dengan metode praktikum pada hasil belajar fisika dan retensi hasil belajar fisika siswa.

1.4     Manfaat Penelitian
1.      Bagi Siswa
Bagi siswa penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut :
-          Dapat meningkatkan keterampilan kogniktif, afektif, psikomotor siswa
-          Siswa dapat dengan mudah memahami pembelajaran pengantar fisika di SMA
-          Dapat meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran pengantar fisika di SMA.
2.      Bagi Guru
Bagi guru penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut :
-          Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran fisika yang dikelolah.

-          Melalui penelitian ini guru mendapatkan kesempatan untu berperan aktif mengembangkan pengetahuan, strategi, metode dan ketrampilannya dalam pembelajaran fisika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar