Kamis, 10 April 2014

Sekilas Tentang Kurikulum

MAKALAH

TELAAH KURIKULUM FISIKA SMA

“Sekilas Tentang Kurikulum”

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah

Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa memahami konsep dasar dari kurikulum.

Pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Komponen-komponen kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat diidentifikasi dengan cara mengkaji suatu kurikulum lembaga pendidikan itu. Dari buku tersebut kita dapat mengetahui pengertian dan dimensi kurikulum serta fungsi dan peranan suatu komponen kurikulum terhadap komponen kurikulum yang lain.

Kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah bagi pihak-pihak yang terkait, baim secara langsung maupun tidak langsung, seperti pihak guru, keppala sekolah, pengawas, orangtua, masyarakat dan pihak peserta didik itu sendiri. Selain sebagai pedoman, bagi peserta didik kurikulum memiliki enam fungsi, yaitu: fungsi penyesuaian, fungsi pengintegrasian, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan fungsi diagnostik.

Mengingat pentingnya pemahaman menyeluruh konsep dasar dari kurikulum ini, maka penulis tergerak untuk menyusunnya menjadi sebuah makalah yang khusus mengungkap mengenai hal tersebut. Kiranya kehadiran makalah ini dapat sedikit membuka wawasan para pembaca semua.





1.2  Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian dari kurikulum?
2.      Apa saja yang termasuk dimensi kurikulum?
3.      Apa fungsi kurikulum?
4.      Bagaimana peranan kurikulum terhadap kegiatan belajar mengajar?
5.      Bagaimana inovasi kurikulum dan pembelajaran?

1.3  Tujuan Penulisan
Mengacu pada rumusan masalah tersebut, maka yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mendefinisikan pengertian dari kurikulum.
2.      Menjelaskan yang termasuk dimensi kurikulum
3.      Memahami fungsi kurikulum.
4.      Memahami peranan kurikulum terhadap pembelajaran.
5.      Memahami inovasi kurikulum dan pembelajaran


BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Kurikulum

Pengertian kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. Dengan beragamnya pendapat mengenai pengertian kurikulum, maka secara teoritis cukup sulit menentukan satu pengertian yang dapat merangkum semua pendapat. Namun, pemahaman konsep dasar mengenai kurikulum ini tetaplah penting adanya. Berikut ini adalah beberapa pengertian kurikulum ditinjau dari beberapa sudut pandang :

1.      Pengertian Kurikulum secara Etimologis
Webster’s Third New International Distionery menyebutkan kurikulum berasal dari kata curere dalam bahasa latin Currerre yang berarti :
a.       Berlari cepat
b.      Tergesa-gesa
c.       Menjalani
Currerre dikatabendakan menjadi Curriculum yang berarti :
a.       Lari cepat, pacuan, balapan berkereta, berkuda, berkaki
b.      Perjalanan, suatu pengalaman tanda berhenti
c.       Lapangan perlombaan, gelanggang, jalan

Menurut satuan pelajaran yang dibuat oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang berarti “jarak yang ditempuh”. Semula dipakai dalam dunia olahraga. Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali atau penghargaan.

2.      Pengertian Kurikulum Secara Tradisional
Pertengahan abad ke XX pengertian kurikulum berkembang dan dipakai dalam dunia pendidikan yang berarti “sejumlah pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas atau ijazah”. Pengertian ini termasuk juga dalam pandangan klasik, dimana lebih ditekankan bahwa kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah, yang mencakup pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah.

3.      Pengertian Kurikulum Secara Modern :
Kurikulum ditinjau dari pandangan modern merupakan suatu usaha terencana dan terorganisir untuk menciptakan suatu pengalaman belajar pada peserta didik dibawah tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam pandangan modern, pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan.

Sehubungan dengan banyaknya definisi tentang kurikulum, dalam implementasi kurikulum kiranya perlu melihat definisi kurikulum yang tercantum dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19) yang berbunyi: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.


2.2  Dimensi Kurikulum

Menurut R. Ibrahim (2005), pengelompokkan kurikulum dapat dibagi menjadi tiga dimensi, yaitu :

1.      Kurikulum sebagai substansi
Dimensi ini memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar bagi peserta didik di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum dapat juga menunjuk pada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar, jadwal dan evaluasi.

2.      Kurikulum sebagai sistem
Dimensi ini memandang kurikulum sebagai bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan dan bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyempurnakannya. Hasil dari suatu sistem adalah tersusunnya kurikulum.

3.      Kurikulum sebagai bidang studi
Dimensi ketiga memandang kurikulum sebagai bidang studi, yaitu bidang studi kurikulum. Hal ini merupakan ahli kajian para ahli kurikulum dann ahli pendidikan dan pengajaran. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep – konsep dasar tentang kurikulum, melalui studi kepustakaan dan kegiatan penelitian dan percobaan, sehingga menemukan hal-hal baru, yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum.

Sedangkan Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulum memiliki empat dimensi pengertian yang dikaitkan dengan pengertian kurikulum, dimana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan. Keempat dimensi tersebut, yaitu:

1.      Kurikulum sebagai suatu ide, memiliki makna bahwa kurikulum adalah sekumpulan ide yang akan dijadikan sebagai pengembangan kurikulum di masa yang akan datang. Ide-ide tersebut adalah ide yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian, khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan.
                                                                                                          
2.      Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, yaitu perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide. Rencana tersebut memuat tentang tujuan, bahan, kegiatan, alat-alat, dan waktu.

3.      Kurikulum sebagai suatu kegiatan, yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis.  Dapat dilihat dalam bentuk praktek pembelajaran.

4.      Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik.



2.3  Fungsi Kurikulum

Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi kepala sekolah dan pengawas, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan. Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar dirumah. Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Sedangkan bagi peserta didik, kurikulum berfungsi sebagai suatu pedoman belajar.

Berkaitan dengan fungsi kurikulum bagi siswa sebagai subjek didik, terdapat enam fungsi kurikulum, yaitu :

1.      Fungsi Penyesuaian
Fungsi penyesuaian mengandung makna kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar memiliki sifat well adjusted yaitu mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.

2.      Fungsi Integrasi
Fungsi integrasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh. Siswa pada dasarnya merupakan anggota dan bagian integral masyarakat.

3.      Fungsi Diferensiasi
Fungsi diferensiasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu peserta didik. Setiap peserta didik memiliki perbedaan baik dari aspek fisik maupun psikis.

4.      Fungsi Persiapan
Fungsi persiapan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan peserta didik melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Selain itu juga diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik untuk dapat  hidup dalam masyarakat seandainya karena suatu hal, tidak dapat melanjutkan pendidikannya.

5.      Fungsi Pemilihan
Fungsi pemilihan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Fungsi pemilihan ini sangat erat kaitannya dengan fungsi diferensiasi karena pengakuan atas adanya perbedaan individual peserta didik berarti pula diberinya kesempatan bagi peserta didik tersebut untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

6.      Fungsi diagnostik
Fungsi diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu membantu dan mengarahkan peserta didik untuk dapat memahami dan menerima potensi dan kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya. Diharapkan peserta didik dapat mengembangkan sendiri potensi yang dimilikinya atau memperbaiki kelemahan-kelemahannya.


2.4  Peranan Kurikulum

Kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah atau madrasah memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendiidikan. Terdapat tiga peranan yang dinilai sangat penting yaitu :

a.       Peranan konservatif
Peranan ini menekankan bahwa kurikulum dapat dijadikan sebagai sarana utuk mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada generasi muda, dalam hal ini para peserta didik. Pada hakikatnya menempatkan kurikulum yang berorientasi ke masa lampau.


b.      Peranan kreatif
Peranan kreatif menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan zaman yang dibutuhkan masyarakat pada masa kini dan masa mendatang.

c.       Peranan kritis dan evaluatif
Peranan ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa nilai-nilai dan budaya yang hidup dalam masyarakat senantiasa mengalami perubahan, sehingga pewarisan nilai-nilai dan budaya masa lalu kepada peserta didik perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada masa sekarang. Kurikulum diharapkan mampu berperan aktif dalam mengontrol dan memilah nilai-nilai sosial. Nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntutan masa kini dihilangkan dan diadakan penyempurnaan.


2.5  Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran

Secara sederhana, inovasi memiliki pengertian sebagai pembaruan atau perubahan dengan ditandai adanya hal baru dibandingkan dengan yang telah ada. Inovasi merupakan suatu ide, gagasan, praktik atau objek yang disadari dan diterima sebagai hal baru oleh kelompok orang untuk ditiru dan diadopsi.

1.       Hakikat Inovasi Pendidikan
Pengertian inovasi secara sederhana adalah suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Inovasi pendidikan berarti suatu perubahan yang terjadi di dunia pendidikan dalam rangka menuju suatu keadaan yang baik dari sebelumnya. Inovasi pendidikan pada hakikatnya adalah suatu perubahan atau pemikiran cemerlang dalam dunia pendidikan yang memiliki ciri-ciri yang baru dibandingkan dengan yang ada sebelumnya.

2.      Esensi Inovasi Pendidikan
Dalam kaitannya dengan esensi inovasi sekurang-kurangnya ada beberapa hal yang tidak bisa terpisahkan yaitu teknologi, informasi/pertimbangan ketidakpastian dan reinovasi. Dalam keadaan tertentu pengertian inovasi sering diidentikkan dengan teknologi. Kata teknologi dapat diartikan sebagai suatu desain aksi kegiatan yang ditempuh guna mengurangi ketidakpastian sebab akibat dari hasil yang hendak dicapai, diwujudkan dengan perangkat keras dan lunak.

Kegiatan inovasi pendidikan yang melibatkan sistem sosial, antara lain sebagai berikut :

a.       Batasan pelaksanaan inovasi, yaitu suatu sistem garapan pendidikan yang secara nyata membatasi pelaksanaan sebuah perubahan pendidikan yang sedang dilakukan. Contohnya adalah sertifikasi guru yang memberikan batasan persyaratan tertentu.

b.      Kelengkapan fasilitas, yakni sistem sosial yang mengaitkan berbagai fasilitas dan teknologi termasuk sumber daya manusia yang akan terlibat untuk melaksanakan suatu proyek inovasi pendidikan yang dilakukan. Contohnya laboratorium bahasa.

c.       Ukuran dan kewilayahan, yaitu sistem sosial yang secara nyata mensyaratkan kelompok orang atau geografis untuk melaksanakan inovasi pendidikan yang dilakukan. Contohnya pelaksanaan gabungan sekolah tingkat kecamatan.

d.      Prosedur yang digunakan, yaitu sistem sosial yang mengaitkan prosedur dan teknologi untuk melaksanakan proyek inovasi pendidikan yang dilakukan. Contohnya PBM menggunakan multi media.

e.       Tujuan yang hendak dicapai, yaitu sistem sosial yang memberikan sebuah persyaratan faktor tujuan sebagai ciri yang dominan. Contohnya reformasi kurikulum melalui metode pembelajaran.

f.       Penggunaan durasi waktu, yaitu sistem sosial yang memberikan persyaratan faktor waktu sebagai ciri dominannya. Contohnya sistem kelas dua kelompok.

g.      Definisi peran, yaitu sistem sosial yang mengaitkan berbagai peran sosial sesuai tugas dan kewenangannya dalam ruang proyek inovasi pendidikan yang dilakukan. Contohnya peran guru.

h.      Kondisi normatif, yaitu sistem sosial yang mensyaratkan kelompok orang atau geografis untuk melaksanakan inovasi pendidikan yang dilakukan. Contohnya kegiatan yang berkaitan dengan disiplin sekolah.

i.        Sistem struktur sosial, yaitu sebuah sistem yang mengaitkan berbagai struktur dan hubungan antar manusia dalam organisasi atau sistem sosial lainnya guna menjalankan proyek inovasi. Contohnya MBS dan komite sekolah.

j.        Metode sosialisasi, yaitu sebuah sistem sosial yang menghubungkan berbagai metode sosialisasi atau prosedur tertentu untuk melaksanakan suatu proyek inovasi. Contohnya program penyetaraan guru MI sebagai guru kelas atau mata pelajaran.

k.      Keterkaitan dengan sistem, yaitu suatu kondisi sistem sosial dalam inovasi yang mengaitkan berbagai sistem lain dalam rangka implementasi inovasi yang hendak dilaksanakan. Contohnya program pembangunan rehabilitasi gedung SD melibatkan komite sekolah.

3.      Kontribusi Inovasi Pendidikan
Pengadopsian suatu inovasi harus mempertimbangkan syarat-syarat sebagai berikut :
1)      Mewakili tujuan yang jelas
2)      Memiliki kejelasan struktur otoritas atau kewenangan
3)      Memiliki peraturan dasar dan peraturan umum
4)      Memiliki hubungan pola informasi yang teruji
5)      Memiliki pembagian tugas yang dideskripsikan secara jelas

Hal ini berkaitan dengan kontribusi inovasi yaitu dengan skala kecil dan biaya yang cukup sederhana serta hanya dilakukan pada kelompok terbatas, misalnya hanya terjadi di kelas tertentu dan guru tertentu.
Ada tiga kecenderungan kontribusi dan misi difusi inovasi khususnya didalam konteks pendidikan yaitu :

1)      Difusi inovasi pendidikan cenderung mengembangkan dimensi demokratis, yaitu meninggalkan konsepsi pendidikan yang terbatas bagi kepentingan kelompok berada, menuju konsepsi pendidikan demokratis.

2)      Inovasi pendidikan mengemban misi yang cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang biasanya berat sebelah dalam rangka peningkatan kemampuan pribadi menuju konsep pendidikan yang mengembangkan pola dan isi yang lebih komprehensif dalam rangka pengembangan potensi manusia secara utuh.

3)      Inovasi pendidikan mengemban misi yang cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang bersifat individual menuju ke arah konsepsi pendidikan yang menggunakan pendekatan yang lebih kooperatif.

A.     
BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan

Berdasarkan seluruh pandangan dari berbagai sudut mengenai pengertian kurikulum, maka kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah rencana isi yang merupakan sejumlah tahapan belajar yang di desain untuk peserta didik dengan petunjuk institusi pendidikan yang berupa proses yang statis ataupun dinamis dan kompetensi yang harus dimiliki.

Konsep kurikulum sebagai substansi dipandang sebagai rencana pembelajaran bagi peserta didik atau seperangkat tujuan yang ingin dicapai. Kurikulum sebagai sistem merupakan bagian dari sistem persekolahan, pendidikan dan masyarakat. Kurikulum sebagian bidang studi, merupakan kajian para ahli kurikulum yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum.

Istilah kurikulum menunjuk pada beberapa dimensi pengertian yang berhubungan satu dan lainnya. Keempat dimensi itu adalah :
1.      Kurikulum sebagai suatu ide
2.      Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis
3.      Kurikulum sebagai suatu aktivitas
4.      Kurikulum sebagai suatu hasil

Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Berkaitan dengan fungsi kurikulum bagi siswa sebagai subjek didik, terdapat enam fungsi kurikulum  yaitu fungsi penyesuaian, integrasi, diferensiasi, persiapan, pemilihan dan fungsi diagnostik.

Kurikulum juga memiliki peranan dalam pencapaian tujuan pendidikan, yakni memiliki peranan konservatif, kreatif, kritis dan evaluatif

Inovasi pendidikan pada hakikatnya adalah suatu perubahan atau pemikiran cemerlang dalam dunia pendidikan yang memiliki ciri-ciri yang baru dibandingkan dengan yang ada sebelumnya.


1.2  Saran

Sebagai calon tenaga pendidik, pasti tidak akan lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan kurikulum. Oleh karena itu, ada baiknya untuk terlebih dahulu memahami tentang konsep kurikulum, fungsi, peranan dan juga inovasi kurikulum. Dengan memahami hal tersebut maka kita telah menggenggam suatu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
 


DAFTAR PUSTAKA

Rusyani, Endang.Pengertian, Fungsi dan Peran.http://file.upi.edu.pdf (diunduh pada
15/03/2014 pukul 06:43)
Sudrajat, Akhmad.2008.Pengertian Kurikulum.http://akhmadsudrajat.wordpress.com

(diunduh pada 15/03/2014 pukul 07:02)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar